Wisman Datang, Semangat Hidup Pelaku Pariwisata Bali Kembali Naik

Wisman Datang, Semangat Hidup Pelaku Pariwisata Bali Kembali Naik

Bagai sebuah kapsul vitamin saja. Dibukanya kembali Bandara Ngurah Rai untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) mampu membangkitkan semangat baru para pelaku pariwisata di Pulau Dewata. Maskapai penerbangan asing yang kembali membuka rute penerbangannya ke Bali terus mengangkut penumpang warga asing. “Ini sebuah angin segar buat kami para pekerja hotel. Semangat hidup kami kembali naik untuk mempersiapkan diri menerima kedatangan PPLN. Terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah membuat keputusan benar untuk kami warga Bali, khususnya untuk pekerja hotel,” ungkap General Manager SereS Springs Resorts & Spa Singakerta, Ubud, I Nyoman Prabawa, Rabu (20/4).

Meski Bali, Indonesia tertinggal terlebih dahulu dari Thailand yang sudah membuka diri untuk turis mancanegara tanpa karantina sejak Januari 2022. Namun, dengan kebijakan pemerintah yang melonggarkan aturan, maka Wisatawan Mancanegara (wisman) akan mulai berdatangan ke Bali. Kebijakan Visa on Arriva (VOA) untuk 42 negara, tanpa karantina, bebas Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi yang sudah 3 kali vaksin adalah sangat tepat dan paling masuk akal. “Sekarang kita, para pekerja di hotel yang harus menjaga ini agar tidak terjadi kasus baru dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) dengan ketat dan terukur. Hotel kami telah bersertifikat CHSE, dan siap untuk menjalankannya dengan prosedur yang ketat,” ungkapnya tegas.

Sebagai insan pariwisata, Prabawa kemudian berharap lagi kepada kebijakan pemerintah untuk menambah secara bertahap penerbangan asing maupun domestic. Disamping itu, juga menambah layanan visa kedatangan (Visa on Arrival) untuk lebih banyak negara lagi. “Saya mendengar, pemerintah telah menaikkan harga VOA menjadi IDR 1,500,000 yang mana ini bisa menjadi boomerang bagi pariwisata Bali, karena kenaikan yang terlalu tinggi. Akan lebih bijaksana, jika kenaikan dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan resistensi dari pada pasar,” sebutnya.

Lalu, terkait dengan kesiapan industry menerima wisatawan setalah dua tahun terkoyak pandemic, pria enerjik ini mengusulkan industri hotel akan sangat berterima kasih kepada pemerintah jika memungkinkan untuk memberikan program dana hibah jilid 2. Hal ini sangat penting untuk dalam rangka mempersiapkan diri untuk memperbaiki kondisi fisik bangunan dan peralatan pendukung yang rusak.

Memang, hotel yang dikelolanya mulai mendapatkan pesanan kamar dari wisman. “Walau belum normal, namun ini merupakan angin segar buat kami untuk menaikkan moralitas dan semangat kami untuk mempersiapkan diri. Semoga ini akan berkelanjutan agar perekenomian karyawan kami segera bisa bangkit kembali. Kalau dana hibah jilid 2 ada, maka kami sangat berterima kasih,” ucapnya penuh harap.

Diakhir pembicaraannya, Prabawa secara pribadi juga berharap kepada pemerintah segera mengumumkan dari pandemi menjadi endemi. Hal ini dirasa akan sangat mengangkat kepercayaan dari pasar untuk segera datang ke Bali. “Saya yakin pariwisata Bali akan mencapai normal dalam waktu 12 bulan paling lama. Karena, selama pandemi ini, perang tarif untuk perhotelan sudah sangat memprihatinkan. Nah, sekarang adalah momentum yang tepat untuk mengembalikan ke jalur yang seharusnya,” pungkasnya. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us