YPIM Foundation Siapkan Kapal untuk Siswa dan Pariwisata Kerora

YPIM Foundation Siapkan Kapal untuk Siswa dan Pariwisata Kerora

Seniman dan penulis yang peduli terhadap dunia pendidikan bagi anak-anak di Pulau Kerora menggelar pameran seni ini Deus Bali Deus Temple Of Enthusiasm di Jalan Pantai Batu Mejan No.8, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung. Pameran bakal, Sabtu, 24 September 2022 pukul 19.00 WITA dan akan berlangsung hingga tanggal 23 Oktober 2022. “Hasil dari penjualan karya seni itu, akan disisihkan untuk pengadaan kapal sekolah Kampung Kerora,” kata inisiator program yang juga Ketua Yayasan Panji Ibrahim Muhammad (YPIM) Foundation, Meralda Adam, di Canggu, Jumat (23/9).

Dalam pameran ini, Studiodikubu menyajikan karya dalam bentuk instalasi dan produk. Sedangkan Iluh Bali, merupakan komunitas pelukis perempuan menyajikan karya visual
melalui pengalaman pribadi dan juga pandangan mereka terhadap Kampung Kerora. Open
Art memberikan sumbangsihnya melalui portrait photography, dan Ketut Efrata melalui bukunya
yang berjudul Lejong ke Labuan Bajo sedangkan Aldy Riyadhi berkontribusi melalui karya
fotografi kehidupan di Kampung Kerora.

YPIM Foundation juga akan merilis video clip berjudul Kapal Sekolah pada tanggal 25
September 2022 yang merupakan projek kolaborasi dengan Melanie Subono, Adama
Morris, Anda Perdana, Brother Joe, Rico Mahesi, Jason Latuasan dan Hendro Sinurat.
Sejumlah musisi lainnya juga tampil, seperti Iman and Friends, Pineapple Can Sing, Mukarakat dan TheMunchies. “YPIM Foundation meluncurkan program School Boat (Kapal Sekolah) Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak di daerah pesisir,” terang Meralda.

Program School Boat Indonesia dirancang untuk dapat memfasilitasi anak pesisir agar tidak putus sekolah. “Ide program ini terinspirasi dari pengalaman saya mengunjungi Kampung Kerora di, Pulau Rinca. Hanya ada 1 (satu) Sekolah Dasar di sana dan untuk melanjutkan pendidikan
ke tingkat berikutnya, mereka harus menyeberangi lautan dengan arus kencang yang sangat
berbahaya. Situasi ini diperburuk oleh tidak adanya kapal khusus untuk antar jemput, sehingga anak-anak harus berpisah dengan orang tua dan tinggal bersama tetangga di Kampung Rinca agar lebih dekat dengan sekolah,” paparnyaa.

Meralda menjelaskan, kemiskinan yang terjadi pada masyarakat pesisir antara lain disebabkan oleh rendahnya pendidikan, akses ekonomi, dan kebijakan pemerintah yang belum secara merata berpihak pada masyarakat nelayan. Salah satu cara untuk memutus mata rantai kemiskinan di wilayah pesisir adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan. “Program School Boat Indonesia merupakan program berbasis masyarakat yang berprinsip pada kolaborasi dengan masyarakat agar mampu menciptakan dampak yang luas,” imbuhnya.

Kapal sekolah itu sudah ada dan itu dibuat oleh masyarakat setempat. Kapal ini akan mengangkut anak-anak ke sekolah setiap hari. Pada musim libur seperti bula Juni dan Juli juga pada Desember kapal sekolah akan dijadikan transportasi mengangkut wisatawan ke Kampung Kerora. “Kampung ini juga sangat indah dan memiliki potensi sebagai tujuan wisata,” tutup Meralda. (BTN/bud)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us