Zona Kendaraan Listrik Diprioritaskan di Kawasan Wisata

Zona Kendaraan Listrik Diprioritaskan di Kawasan Wisata

Dalam kunjungan tersebut, Wamen Pahala Mansury membahas program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai di Bali yang sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih.
“Saya mengapresiasi Pergub Bali Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, Saya harap pegawai pemerintahan di Bali mengawali penggunaan kendaraan bermotor listrik ini, karena perawatan kendaraan bermotor listrik lebih irit dari pada yang berbahan bensin seperti tidak ada lagi yang namanya ganti oli, kendaraan ini juga ramah lingkungan, hingga resiko kecelakaannya lebih rendah,” ujar Wamen Pahala Mansury dihadapan orang nomor satu di Pemprov Bali bersama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gde Wayan Samsi Gunarta, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Ngurah Arda seraya menegaskan untuk penerapannya di Bali akan dikerjasamakan pula dengan grab dan gojek, mengingat 1 baterai yang terpasang di sepeda motor listrik ini memiliki daya tempuh sampai 50 kilometer.
Gubernur Bali, Wayan Koster dihadapan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia, Pahala Mansury pada, Rabu (29/12)2021 di Jayasabha, Denpasar menegaskan ketertarikannya terhadap kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sejak dirinya menjalankan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.
Bagi Gubernur Bali jebolan ITB ini, bahwa kendaraan bermotor listrik berbasis baterai ini memiliki semangat yang sama untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam mewujudkan Pulau Bali yang bersih, hijau dan indah.
“Saya ingin sekali mengkampanyekan sepeda motor listrik berbasis baterai ini di tahun 2022 agar Bali bersih dari polusi asap kendaraan bermotor. Bahkan skema kawasan atau zona kendaraan listrik ini sudah disiapkan yang rencananya di Nusa Dua dan Kuta (Kabupaten Badung, red), Sanur di Kota Denpasar, Ubud di Kabupaten Gianyar, dan Nusa Penida di Kabupaten Klungkung.
Kalau kendaraan bermotor listrik berbasis baterai ini digunakan di Bali, maka saya menyakini udara Bali akan bersih, dan hidup krama Bali akan sehat, serta terhindar dari sakit paru – paru, seperti batuk yang diakibatkan oleh polusi asap kendaraan bermotor,” jelasnya dihadapan Wamen Pahala Mansury seraya mengatakan ini ide (penggunaan sepeda motor listrik berbasis baterai, red) bukan karena perhelatan KTT G-20, tapi ini memang kebutuhan di Bali untuk mewujudkan alam yang bersih.(BTN/ery)

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Need Help? Chat with us